Hasna sedang menjadi relawan dalam sebuah acara amal ketika ia bertemu Faisal, yang datang untuk menyumbangkan beberapa barang. Mereka pun mulai berbincang, dan seiring percakapan itu berlangsung, Hasna merasa tertarik pada selera humor dan kebaikan hati Abdullah. Abdullah pun terpikat oleh kehangatan dan kecerdasan Hasna. Mereka bertukar nomor, dan tak lama kemudian mereka menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk saling berbincang.